Selasa, 02 Mei 2017

KALKULASI GRAFIKA 2

KALKULASI GRAFIKA 2
Pengertian Harga Pokok Produksi 
Produksi menurut beberapa pendapat ahli (Mardjuki, 2007: 7) adalah:
1. Kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa.

2. Setiap manusia yang membawa benda ke dalam suatu keadaan, sehingga dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan lebih baik.
3. Segala pekerjaan yang menimbulkan guna, memperbesar guna yang ada, dan membagikan guna itu di antara orang banyak.
4. Nilai (value) masukan (input) dengan melalui proses akan menjadi bertambah nilainya pada keluaran (output).
Menurut Hansen dan Mowen (2006:53), “Harga pokok produksi adalah total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. Biaya yang hanya dibebankan ke barang yang diselesaikan adalah biaya manufaktur bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead”. Menurut Mulyadi (2007:16), “Harga pokok produksi dalam pembuatan produk terdapat dua kelompok biaya : biaya produksi dan biaya nonproduksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk, sedangkan biaya nonproduksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan nonproduksi, seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi umum. Biaya produksi membentuk harga pokok produksi, yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Biaya nonproduksi ditambahkan pada harga pokok produksi untuk menghitung total harga pokok produk”. Biaya
Akuntansi mendefinisikan biaya (cost) sebagai sumber daya yang dikorbankan (sacrificed) atau dilepaskan (forgone) untuk mencapai tujuan tertentu (Horngren, Datar, Foster, 2006:31) . Biaya dari suatu pengorbanan dibentuk oleh nilai dari banyaknya kapasitas produksi yang diperlukan untuk memproduksi barang tersebut. Daljono (2004:13) juga mendefinisikan biaya sebagai suatu pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan keuntungan atau manfaat pada saat ini atau masa yang akan datang. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan suatu pengorbanan sumber daya ekonomi untuk mencapai tujuan tertentu yang bermanfaat saat ini atau pada masa yang akan datang. Penggolongan Biaya Penggolongan adalah proses pengelompokan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas. Biaya yang akurat memungkinkan dapat ditentukannya harga pokok produk secara teliti dan tepat. Untuk menentukan harga pokok secara teliti maka biaya perlu diklasifikasikan sehingga dapat dipisahkan antara mana biaya produksi dan mana pula yang bukan biaya produksi. Dalam akuntansi biaya, umumnya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan penggunaan dari data biaya tersebut. Supriyono (2011:18) menggolongkan biaya atas dasar: fungsi pokok dari kegiatan perusahaan, periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan, Tendensi perubahannya terhadap kegiatan atau volume, Objek atau pusat biaya yang dibiayai, tujuan pengendalian biaya, tujuan pengambilan keputusan. Berdasarkan fungsi pokok dari kegiatan perusahaan, biaya digolongkan atas.
 
a. Biaya produksi: yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. 
b. Biaya pemasaran: yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas. 
c. Biaya administrasi dan umum: yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum. 
d. Biaya keuangan: adalah semua yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan, misalnya: biaya bunga. 
Berdasarkan periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan, biaya digolongkan atas: 
a. Pengeluaran Modal
Pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang.
 
b. Pengeluaran Penghasilan
Pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana biaya itu terjadi. Berdasarkan tendensi perubahannya terhadap kegiatan atau volume, biaya digolongkan atas.
 
a. Biaya Tetap
Biaya tetap memiliki karakteristik sebagai berikut :
 
1. Biaya yang jumlah totalnya tetap tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu. 
2. Pada biaya tetap, biaya satuan akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan
b. Biaya Variabel
Biaya variabel memilki karakteristik sebagai berikut :
 
1. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variabel.

2. Pada biaya variabel, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.
 
c. Biaya Semi Variabel
Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :
 
1. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah biaya total, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding. 
2. Pada biaya semi variabel, biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkatan kegiatan tertentu, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan. 
Berdasarkan objek atau pusat biaya yang dibiayai, biaya digolongkan menjadi: 
a. Biaya Langsung
Biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.
 
b. Biaya Tidak Langsung
Biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya. Berdasarkan tujuan untuk pengendalian biaya, biaya digolongkan menjadi:
a. Biaya Terkendalikan
Biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
 
b. Biaya Tidak Terkendalikan
Biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/pejabat tertentu berdasar wewenang yang dia miliki atau dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan tujuan untuk pengambilan keputusan, biaya digolongkan menjadi:
 
a. Biaya Relevan
Biaya yang akan mempengarhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungakan di dalam pengambilan keputusan.
 
b. Biaya Tidak Relevan
Biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungakan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. Biaya Produksi Menurut Supriyono (2011:19) biaya produksi adalah semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Sedangkan Rosyidi (2004: 333) mengatakan bahwa biaya produksi adalah biaya yang harus dikelurkan oleh pengusaha untuk dapat menghasilkan output. Secara garis besar biaya produksi dapat digolongkan ke dalam: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sering pula disebut prime cost atau biaya utama, sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik sering pula disebut dengan istilah conversion cost atau biaya konversi, yang artinya biaya untuk mengkonversi bahan baku menjadi produk. Harga Pokok Produksi
Harga pokok produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi dalam pengolahan bahan baku menjadi produk jadi untuk siap
dipasarkan. Untuk dapat menentukan harga jual secara tepat, maka diperlukan perhitungan harga pokok suatu produk secara benar. Harga pokok produksi juga merupakan dasar untuk menentukan harga jual, karena harga pokok memberikan tingkat prestasi yang diusahakan untuk diperoleh bagi pengorbanan yang telah dilakukan. Sukirno (2008:207) menyebutkan harga pokok produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan untuk perusahaan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Pokok Produksi (HPP), antara lain:
 
1. Tingkatan efisiensi HPP cetak, HPP dapat dikatakan efisiensi jika harga yang ditawarkan perusahaan percetakan terhadap order buku cukup kompetitif dengan kualitas cetak terjamin baik. 
2. Kualitas buku, penetapan harga sesuai dengan kualitas buku jika harga buku sama dengan mutu cetak sehingga harga dapat bersaing dengan percetakan-percetakan yang lain. 
3. Ketepatan jadwal produksi, penetapan harga dianggap bijaksana dan tepat jika jadwal produksi dilaksanakan tepat waktu. Ketepatan waktu penyerahan hasil cetak sangat penting. Ketepatan waktu sangat mempengaruhi kredibilitas dan profit dari percetakan. 
4. Kelancaran waktu penyerahan/ pengiriman, apabila penyerahan buku ke pelanggan/ penerbit sesuai dengan jadwal produksi berarti pelanggan/ penerbit memperoleh ketepatan waktu edar, ketepatan waktu edar mempengaruhi laku tidaknya buku. 
Sehatnya pertumbuhan perusahaan percetakan, kelancaran produksi, ketepatan waktu, baiknya mutu cetakan dan terjaminnya harga cetak berarti akan memperlancar pembayaran dari pelanggan

(penerbitan), kelancaran pembayaran akan memperlancar cash flow percetakan sehingga perusahaan bisa tumbuh dengan sehat. Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi Dalam akuntansi biaya, harga pokok produksi dibentuk dari biaya produksi yang meliputi :
1. Biaya bahan baku
Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Biaya bahan baku adalah harga perolehan dari bahan baku yang dipakai di dalam pengolahan produk (Supriyono, 2011:20).
 
2. Biaya tenaga kerja langsung
Usry, Hammer (2002: 24), menyebutkan biaya tenaga kerja untuk fungsi produksi dibagi kedalam dua bagian yaitu :
 
a. Biaya tenaga kerja langsung.
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dibayarkan kepada karyawan yang dikerahkan langsung untuk mengubah bahan langsung menjadi barang jadi.
 
b. Biaya tenaga kerja tidak langsung
Biaya tenaga kerja tidak langsung dapat didefinisikan sebagai biaya yang dibayarkan kepada para karyawan yang dikerahkan dan tidak secara langsung mempengaruhi pembuatan atau pembentukan barang jadi. Dalam hal ini biaya tenaga kerja langsung merupakan komponen biaya yang dijadikan unsur dalam penentuan harga pokok produksi. Sementara biaya tenaga kerja tidak langsung tidak dijadikan komponen biaya dalam penentuan harga pokok produksi.
 
3. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai biaya produksi tidak langsung, pekerja tidak langsung, dan beban pabrik
lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasi atau dibebankan langsung ke pekerjaan atau produk atau tujuan akhir biaya. Menghitung Harga Pokok Produksi Barang Cetakan Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung/mengkalkulasi harga pokok produksi suatu order cetakan, antara lain:
 
1. Bahan yang meliputi kertas, tinta, film, pelat, dll.
2. Biaya persiapan meliputi, setting, desain, layout, fotorepro, plate making,dll.
3. Ongkos cetak
4. Biaya penyelesaian meliputi: ongkos lipat, ongkos susun-gabung (mengkomplit), ongkos jahit benang/kawat, ongkos pekerjaan tangan, misalnya memasang cover, ongkos memotong, dll.
5. Pekerjaan pihak ketiga.
6. Biaya ekspedisi/pengiriman adalah biaya pengiriman barang jadi dari percetakan ke konsumen yang menjadi biaya tambahan setiap barang cetakan guna menutupi biaya yang dikeluarkan oleh bagian ekspedisi. Yang termasuk biaya ekspedisi, antara lain: biaya pengepakan, pengiriman, karyawan bagian ekspedisi, biaya tidak langsung (bensin, pelumas dll). Besarnya prosentase biaya ekspedisi dihitung dengan cara memperbandingkan antara biaya ekspedisi dengan jumlah biaya produksi dalam satu tahun,yang masih dalam wilayah operasional perusahaan.dan apabila pengiriman jauh atau luar daerah biaya dapat dihitung tersendiri.

Lebih Lengkap Lagi Kalau Download filenya

0 komentar:

Posting Komentar